Enam Pilihan Hidroponik

Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT) merupakan teknik hidroponik yang menjadikan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal (2-3 mm) dan tersirkulasi secara terus-menerus sehingga tanaman dapat memperoleh air, nutrisi, dan oksigen cukup. Teknik yang dikembangkan oleh Dr AJ Cooper dari Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris.

 

Alat                             : Talang air, stirofoam, pompa, rockwool, pipa polivinil klorida, ember atau wadah air.

Komoditas                  : Caisim, letucce,selada, sawi, pakchoy.

Skala                           : Hobi dan bisnis.

Skala ekonomis          : Pakchoy 500 m2.

Keunggulan                 : Mudah mengendalikan perakaran tanaman, kebutuhan air terpenuhi dengan baik, keseragaman nutrisi dan tingkat konsentrasi larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat diusahakan beberapa kali dengan periode tanam yang pendek.

Kekurangan                : Investasi dan biaya perawatan yang mahal, sangat tergantung listrik, penularan penyakit ke tanaman lain sangat cepat.

Solusi                          : Pengamatan hama dan penyakit harus dilakukan secara intensif terutama ketika musim hujan. Penyiapan mesin genset untuk mengantisipasi listrik mati.

NFT tanpa greenhouse

Modifikasi metode NFT tanpa penaung atau greenhouse. Teknik itu sangat revolusioner mengingat biaya investasi pembuatan greenhouse cukup mahal.

Alat                             : Talang air, stirofoam, pompa, rockwool, pipa polivinil klorida, ember atau wadah air.

Komoditas                  : Caisim, letucce, selada, sawi, pakchoy, kangkung, bayam.

Skala                           : Hobi dan bisnis.

Skala ekonomis          : Letucce 500 m2.

Keunggulan                 : Menghemat biaya pembuatan greenhouse.

Kekurangan                : Rentan hama dan penyakit, sangat tergantung listrik.

Solusi                          : Pengendalian hama dan penyakit yang superintensif, menanam tanaman atraktan. Penyiapan mesin genset untuk mengantisipasi listrik mati.

Aeroponik atau pengabutan

Aeroponik merupakan metode budidaya tanpa tanah dengan memberikan air dan nutrisi pada tanaman dalam bentuk butiran kecil atau kabut. Pengabutan berasal dari air dari bak penampungan yang disemprotkan menggunakan nozel sehingga nutrisi lebih cepat terserap akar tanaman.

Penyemprotan berdasarkan durasi waktu yang diatur menggunakan pengatur waktu. Penyemprotan ke bagian akar tanaman yang sengaja digantung. Air dan nutrisi yang telah disemprot akan masuk menuju bak penampungan untuk disemprotkan kembali.

Alat                             : Stirofoam, pompa, nozle, pipa polivinil klorida, ember atau wadah air.

Komoditas                  : Caisim, letucce, selada, sawi, pakchoy, bayam.

Skala                           : Hobi dan bisnis.

Skala ekonomis          : Pakchoy atau letucce 700 m2.

Keunggulan                 : Tanaman mendapat pasokan air, oksigen, dan nutrisi secara berkala. Lebih menghemat air dan nutrisi. Tanaman lebih mudah menyerap nutrisi karena berukuran molekul kecil.

Kekurangan                : Investasi mahal dan sangat tergantung listrik.

Solusi                          : Penyediaan genset dan pompa cadangan.

Substrat atau Drip irrigation

Drip irrigation atau substrat merupakan teknik hidroponik yang memberikan air dan nutrisi dalam bentuk tetesan. Tetesan diarahkan tepat pada daerah perakaran tanaman agar tanaman dapat langsung menyerap air dan nutrisi yang diberikan.

Alat                             : Selang air, pot atau polybag, pompa, media tanam (arang sekam, serbuk sabut kelapa, serbuk gergajian kayu), spaghetti cube (selang tetes) dan ember atau wadah air.

Komoditas                  : Tomat, cabai, paprika, melon.

Skala                           : Hobi dan bisnis.

Skala ekonomis          : Tomat 400-500 pot atau polibag.

Keunggulan                 : Tanaman mendapat pasokan air dan nutrisi secara berkala. Lebih menghemat air dan nutrisi karena diberikan sedikit demi sedikit. Biaya yang diperlukan relative murah.

Kekurangan                : Oksigen di area perakaran sedikit jika media terlalu padat. Nutrisi dan air banyak “hilang” terserap tanaman, tertahan media, dan menguap.

Solusi                          : Pemilihan media tanam yang tepat seperti arang sekam murni atau dikombinasikan dengan serbuk sabut kelapa. Pengontrolan aliran air dan nutrisi pada selang dan spaghetti cube secara intensif.

Floating hydroponyc system (FHS) atau rakit apung

Floating hydroponyc system (FHS) atau rakit apung merupakan teknik hidroponik dengan menanam tanaman pada lubang stirofoam yang mengapung diatas permukaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam larutan nutrisi.

Alat                             : Stirofoam, rockwool, ember atau wadah air.

Komoditas                  : Kangkung, caisim, letucce, selada, sawi putih.

Skala                           : Hobi dan bisnis.

Skala ekonomis          : Pada kangkung 300-500 m2.

Keunggulan                 : Tanaman mendapat pasokan air dan nutrisi secara terus-menerus. Lebih menghemat air dan nutrisi. Mempermudah perawatan karena kita tidak perlu melakukan penyiraman. Biaya yang cukup murah.

Kekurangan                : Oksigen susah didapatkan tanaman tanpa bantuan alat. Akar tanaman akan lebih rentan busuk.

Solusi                          : Memasang airstone atau alat pelepas udara di dalam air.

Wick system atau sistem sumbu

Teknik sumbu merupakan teknik hidroponik sederhana yang menghubungkan nutrisi dan media tanam dengan perantara sumbu. Air dan nutrisi akan sampai ke akar tanaman dengan memanfaatkan prinsip daya kapilaritas air. Cara kerjanya mirip kompor minyak tanah.

Alat                             : Rockwool, sumbu, ember atau wadah air.

Komoditas                  : Selada, sawi, pakchoy, caisim.

Skala                           : Hobi.

Skala ekonomis          : –

Keunggulan                 : Mudah membuatnya, cocok untuk pemula dam pehobi.

Kekurangan                : Nutrisi dan oksigen cepat mengendap atau sulit terserap karena air tidak bergerak.

Solusi                          : Sering “mengucek” nutrisi minimal 2-3 kali agar nutrisi mudah terserap tanaman dan oksigen tersirkulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *