Buah Leci? Tiru Sja Perkebunan Thailand

Alangkah indahnya pemandangan di Samut Songkhram, Thailand. Di kanan-kiri jalan terlihat pohon leci dengan tinggi kira-kira 3-5 meter sarat buah. Tampak bambu-bambu menyangga dahan pohon yang keberatan buah. Pada April, pemandangan seperti itu mudah ditemukan lantaran leci tengah panen raya di Samut Songkhram.

Itu bak bumi dan langit dibandingkan suasana di Payangan, Bali, salah satu sentra leci di tanahair. Di Bali, kebanyakan leci ditanam di pekarangan. Pohonnya tinggi-tinggi, lebih tinggi daripada pohon kelapa. Kondisinya tak terawat. Peremajaan tanaman nyaris tidak ada. Di Samut Songkhram, leci terurus dengan baik. Anggota famili Sapindaceae itu dikebunkan secara monokultur atau tumpangsari dengan pamelo dalam kebun-kebun seluas 1-2 ha. Itu lantaran kerabat rambutan itu memiliki nilai ekonomi tinggi. Buktinya Suthira Khuansiri berhasil menyekolahkan puteranya hingga perguruan tinggi dari hasil panen leci. Kebunnya seluas 5 rai           setara 0,8 ha, berisi 100 pohon leci berumur 20 tahun, berjarak tanam teratur. Semua pohon terlihat penuh dengan dompolan leci. Itulah hasil kerja keras mantan guru Sekolah Dasar itu merawat secara intensif.

Umumnya pekebun di negeri Siam menggunakan bibit asal cangkok. Dengan bibit itu 3-4 tahun kemudian tanaman mulai berbuah. Jumlahnya paling baru beberapa dompol. Baru pada umur 5 tahun, produksi meningkat jadi 25 kg per pohon. Jumlah itu terus meningkat menjadi 100-300 kg pada umur produksi di atas 10 tahun. Jika ditanam dari biji butuh waktu 6-10 tahun.

Buah leci matang memiliki aroma nan harum. Itu akan mengundang kelelawar dan tupai datang. Makanya pencegahan hama merupakan faktor penting dalam mempertahankan kuantitas dan kualitas buah. Suthira mengatasi hewan pengganggu itu dengan menggantung CD (compact disc) bekas, lampu neon, dan bendera berwarna terang mengkilap.

Saat tertiup angin di siang hari, CD yang tergantung di batang memantulkan cahaya kelap-kelip, tupai takut mendekat. Pun suara berisik yang dihasilkan kalau bendera tertiup angin. Sementara lampu neon memberikan cahaya pada malam hari sehingga kelelawar enggan datang. Perlengkapan itu mulai digantung pada saat pentil buah muncul. Efektivitas ketiganya dalam mengusir kelelawar dan tupai nyaris 100%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *